Saat yang Indah di Sekolah
Ini adalah blog pertamaku.
Sinar
matahari menerangi kamarku pagi ini. Aku segera bangun dan berdoa sejenak.
Kemudian aku beranjak dari kasur, berjalan menuju teras kamarku. Angin pagi
menerpa wajahku dengan lembut. Aku memejamkan mata sejenak.
Kedamaian
yang kurasakan buyar seketika. “NIN, BANGUN! SEKOLAH NGGAK?” Sudah terlihat
siapa yang meneriakiku pagi ini. Yap! Mama.
“YA!
SEBENTAR,” teriakku balik. Dengan sedikit tak rela, aku menutup kembali pintu
teras dan turun ke lantai dasar.
Jam
sudah menunjukkan pukul 06.45 setelah aku dan adikku selesai bersiap-siap. Mama
mengantarkanku ke sekolah. Rumahku yang terletak di desa, membuat jarak
rumah-sekolah sedikit jauh. Waktu yang biasanya kami tempuh sekitar 15-20
menit.
“Pulang
jam berapa, Nik?” tanya Mama. Segera sadar, aku melihat ke luar. Oh, sudah sampai ternyata, batinku.
“Kayak
biasanya,” jawabku seadanya. Aku mencium tangan Mama dan turun dari mobil.
Sambil berjalan santai, aku melihat sekolahku.
Tanpa
sadar aku melamun…
SMP
Putra Bangsa, adalah sekolahku sekarang. Duduk di bangku kelas IX dan sebentar
lagi akan UN. Sekolah dan rumahku berada di kota kecil, Klaten.
Dari
playgroup sampai SMP aku sekolah di
yayasan yang sama. Sekolahku termasuk sekolah baru. Angkatanku sekarang adalah
angkatan ke-2.
Aku
masuk playgroup saat aku berusia 3
tahun. Aku tidak ingat kenangan di playgroup,
mungkin cuma satu-dua kepingan kenangan yang aku ingat. Selang setahun, aku
masuk Taman Kanak-kanak Putra Bangsa. Aku ingat beberapa kenangan saat TK.
“Good morning, everybody, how are
you?” sapa Bu guru TK.
“I’M FINE!” balas murid-murid
semangat.
Seperti
itu salah satunya. Aku sangat suka masa-masa TK, di mana kami, para murid bisa
berekspresi dan bertingkah sesuka hati -ada batasnya-. Guru-guru TK sangat ramah
dan perhatian. Lingkungan TK dekat dengan alam. Kelas di TK terbuka, tidak ada
kaca seperti jendela.
Dua
tahun kemudian, setelah TK…
Aku berjalan perlahan memasuki gerbang. Aku mengedarkan
pandangan ke penjuru sekolah. Murid-murid dikumpulkan di playgroup. Aku tidak
tahu untuk apa kami dikumpulkan di playgroup. Tapi beberapa saat kemudian aku
tahu, itu acara pengucapan janji bagi murid baru.
SD Putra Bangsa, sekolah
dasarku. Sekolahnya terletak tidak jauh dari TK Putra Bangsa. Di bangku SD,
pengalamanku lebih banyak. Di SD, pertama kali aku mengerjakan soal-soal,
belajar, berjuang untuk nilai rapor supaya baik, dan lain-lain. Di sana,
lingkungannya sangat nyaman. Seperti kelas eksklusif, hanya 25 siswa angkatanku.
Padahal di kelas, ada 3-4 guru yang mengajar.
Murid-murid sangat
diperhatikan. Setiap ada masalah, ada teguran untuk murid. Murid yang
bermasalah akan mendapat bimbingan dari guru.
SMP…
Putih- biru pakaianku
saat ini. Ekstrakurikuler lebih bervariatif, dan itulah yang kutunggu.
Fotografi dan Hapkido. Pengalaman Hapkido yang tidak akan pernah kulupakan
adalah mengikuti Kejurnas Hapkido pertama. Di mana kami mewakili Jawa Tengah.
Di saat SMP terdapat
masa di mana aku dan teman-temanku beranjak remaja. Emosi dan tingkah laku akan
lebih dikendalikan. Di SMP Putra Bangsa, guru-guru kami sangat memperhatikan
perilaku kami. Di SMP perjuangan sesungguhnya akan kami rasakan, karena saat
SMA aku dan teman-teman akan berpisah menuju sekolah impian masing-masing. Sedih
rasanya mengingat aku dan teman-teman akan berpisah setelah 12 tahun bersama
sejak playgroup sampai SMP.
Saat ini, aku
menghabiskan waktu setahun terakhir di SMP bersama teman-teman. Kelas 9 sangat
sibuk. Les, tryout, mencari sekolah,
dan lain-lain.
Aku akan mengenang
masa-masa di Putra Bangsa
***
“NIN!”
“ANINNN!!!!”
Aku segera sadar. Oh, ternyata aku melamun lagi.
Nostalgia ya Nin? haha keren2 Nin ceritanya
BalasHapusIya eee....๐
Hapuskeren ceritanyaaa .. bahasanyaa enakk .. likee
BalasHapusThx๐๐
HapusOkeee
Sukaaaaakkkkkkk
BalasHapus*guru menulis terbaik adalah dg byk membaca... Good job ndut
Makasihhh, Pakkk๐
HapusSy kebykan baca๐ novel tapi
Wih keren bangetzzz Nin ๐
BalasHapusThanksss๐
HapusFlashback ๐ kerenn..
BalasHapusHoo๐
HapusThanksss yo๐๐
Sip..sip bt kak anin,bawahnya ada note...terbangun dr semua lamunan he..hee,bersiap utk tahap yg lebih seru ya kak,sukses sll
BalasHapusMakasih yaa๐๐ค
HapusI am very impressed ... Keep on writing. Good job!
BalasHapusThanks๐๐๐ค๐
HapusWahhh.., keponakan Nana udah gede skrg, udah pintar nulis juga.. Good job girl!! :)
BalasHapusNulisnya jangan cuma ini aja ya, lanjutkan trs.. Daripada bengong kaya sapi ompong mending salurkan ide kreatif dgn tulisan.. Hahahaha...
Setuju bgt kl ada yg bilang masa sekolah adl kenangan yang amat sangat terindah dan tidak akan terulang n terlupakan. Apalagi kl kmu sdh masuk dunia kuliah n kerja, pasti akan sangat2 kangen masa2 di sekolah n teman2 sekolah..
So, nikmatilah masa sekolah n buatlah kenangan terindahmu di sekolah bersama teman2mu selagi masih waktu.. :D
Sukses selalu ya Nin, moga makin kreatif dalam menulisnya juga..
Yeayyy ^_^
HapusSiap, Na!
Amin
good started, Anin... tulisan yg bagus.. gaya tutur yg asyik jg.
BalasHapussori baru kasih komen.. ternyata Euginia Anindya itu keponakanku to.. om kira some one... pengarang siapaaa gitu khekheekheee...
sedikit saran aja...
Menulis dg gaya bertutur spt ini perlu banyak latihan ya, nduk. banyak bergaul dg kosakata...
dan,
menulislah dg hati...
Makasih lho Om.
HapusOke, Om. Siap
Melamun saja bisa jadi inspirasi cerita, apa lagi kalau tidak melamun, produktif kamu, Nin!
BalasHapus"Aku akan mengenang masa-masa di Putra Bangsa" >> ingat pulang ke sekolah ya, Nin
Makasih, Pak๐
HapusSiap, Pak